7.5.16

5 Mei 2016

 


5 Mei 2016. Tanggal tersebut bertepatan dengan 27 Rajab.
Artinya, pada satu hari, di Indonesia diperingati sebagai hari besar 2 agama yaitu Islam dan Kristen.

Umat Kristen memperingati 5 Mei sebagai hari Kenaikan Isa Al'masih. Mereka meyakini bahwa hari kenaikan Isa Al'masih atau Yesus Kristus adalah peringatan naiknya Yesus ke surga. Setelah memberikan pesan terakhir kepada pengikut-pengikutnya di bukit Olivet dekat kota Yerusalem, mereka menyaksikan Yesus terangkat naik ke langit hingga akhirnya tidak terlihat karena tertutup awan. Peristiwa ini selalu dirayakan pada hari ke-40 atau hari kamis ke-6 setelah minggu Paskah. (Sumber: www.liburnasional.com)

Umat Islam memperingati 27 Rajab dalam kalender Hijriah sebagai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Isra Mir'aj adalah peringatan dua peristiwa berbeda yang sangat penting dalam ajaran Islam. Dalam kejadian Isra, diceritakan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yaitu tempat tertinggi. Kejadian ini dikenal sebagai Mi'raj. Di sinilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk melakukan salat 5 waktu.

Bagi saya, tanggal ini adalah tanggal istimewa. Dua-duanya diperingati sebagai hari kenaikan oleh dua keyakinan yang berbeda. Dua-duanya diperingati pada hari yang sama. Berbeda keyakinan bukan berarti saling membenci. Berbeda keyakinan bukan berarti saling berdebat tentang keyakinan yang benar. Masing-masing meyakini kebenaran sesuai dengan keyakinan masing-masing. Lakum diinukum waliyadiin.Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Mari kita hidup bersama dalam perbedaan kita. 

6.5.16

Curcol (2)

Kalian tahu Palasari? Kalau orang Bandung atau pernah ke Bandung pasti tahu atau minimal pernah dengar. Itu adalah surga dunianya pecinta buku. Mulai dari buku asli, bajakan, Indonesia, bahkan luar negeri (mungkin ada). Pastinya ada diskon sekitar 15-30% (kurang lebih, maaf kalau salah, :-) ). Jadi, walaupun saya berniat nggak akan beli buku, kalau sudah di Palasari, niat itu menguap. Akhirnya, terpilihlah dua buah buku untuk saya bayar. Dua-duanya bercerita tentang Korea. Pengarangnya orang Indonesia. Saya tipe pemilih untuk jenis-jenis buku seperti itu. Kenapa? Bukan karena saya tidak suka pengarang Indonesia. Ooohhhh...Bukan! Tapi karena saya sering menemukan hal-hal yang tidak memuaskan saya ketika bacanya. Biasanya ketidakpuasan ini terkait pengunaan bahasa Korea yang sering dipakai dalam cerita. Hal itu saya temukan pada salah satu buku yang saya beli. Contohnya dalam tata bahasa Korea. 

Saya, bukan ahli bahasa Korea. Saya tidak bisa bahasa Korea. Saya tahu kosakata yang umum-umum saja. Saya tidak paham struktur bahasa Korea secara lengkap. Tapi saya mengerti sedikit saja. Saya sebal dengan pengarang Indonesia yang menyelipkan bahasa Korea dalam bukunya tapi tidak memperhatikan penggunaan bahasa formal dan informal atau kesopanan. Kalau kata bahasa Sunda mah undak usuk basa. Menurut saya, bahasa Korea adalah bahasa yang memakai prinsip undak usuk basa. Ada tataran aturan berbahasa untuk orang yang lebih tua atau lebih muda. Misalnya, kalau untuk yang lebih tua, ada akhiran 'yo' sebagai bahasa yang sopan. Orang yang lebih tua, jika lawan bicaranya yang lebih muda tidak akan menggunakan bahasa sopan, pasti marah. Saya melihatnya di film dan di novel Korea. Beberapa kali saya baca novel Indonesia yang menyisipkan bahasa Korea, hal itu tidak terjadi. Satu lagi, dalam bahasa Korea, ada partikel yang digunakan sebagai keterangan tempat, tapi saya tidak menemukannya dalam novel tersebut. 

Ini hanyalah pendapat saya. Ketika saya menulis cerita yang menyisipkan bahasa asing, saya harus belajar tata bahasa asing tersebut. Apalagi kalau diterbitkan. Atau paling tidak, saya akan meminta bantuan seseorang yang mengerti bahasa tersebut untuk bantu mengedit. Saya tidak mau novel karangan saya memiliki kesalahan seperti itu. Melakukan penelitian terhadap topik yang akan saya tuliskan adalah wajib. Supaya saya tidak membuat kesalahan. ****

Curcol (1)

Libur panjang. Tanggal 5-8 Mei 2016. 5 Mei diperingati sebagai Kenaikan Isa Almasih. 6 Mei sebagai Peingatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W. Tahukah kalian, rangkaian libur panjang ini juga diperingati sebagai hari macet nasional. :-)

Sebagai seorang yang suka sekali bepergian, rasanya mustahil saya diam di rumah di hari libur panjang ini. Biasanya, saya punya sederet rencana, maupun keinginan spontan. Tapi kali ini tidak.

"Tumben."

Itu komentar kakak saya. Beliau tahu sekali kalau saya nggak akan berada di rumah dalam waktu lama kalau lagi liburan. Pasti ke sana ke mari.

Tidak. Kali ini tidak. Saya memutuskan untuk tidak ke luar kota. Segunung (lebay) kerjaan menanti. Saya dikejar dateline. Rencananya mau kerja di rumah di saat liburan ini. Beberapa waktu lalu, saya berkumpul dengan teman-teman lama. Sahabat-sahabat saya yang sudah lama tak jumpa. Kami membahas tentang libur panjang ini.

"Bagaimana caranya saya bisa liburan sekaligus kerja?"

Saya lontarkan pertanyaan itu pada sahabat-sahabat saya.

"Nginep aja di hotel, " jawab salah satu dari mereka.

Hmmmm.... ide yang bagus. Tapi bikin saya bangkrut. Ide itu saya coret!

Mulailah saya kerja di rumah. Buka laptop. Buka file-file. Ketik-ketik.
.
.
.
.
.

Setelah mengerjakan dua paket soal, kepala saya pusing. Saya tinggalkan laptop. Ambil kopi dan seduh. Saya ngopi. Kemudian mandi. Dan di sinilah saya. Mengetik di tab. Bukan melanjutkan kerja, tapi nge-blog. Mungkin ini balasan alam untuk saya. Sebagai seseorang yang ditakdirkan suka berpetualang, suka bepergian, tapi saya menolak takdir alam dengan hanya berada di rumah. ****

#sungguh, ini hanya alasan saja untuk mengurangi rasa bersalah.

3.5.16

Perpustakaan



Lihat dua foto di atas? Ya, perpustakaan. Pertama lihat di salah satu drama Korea berjudul 'Madam Antoine' (foto bawah). Wow keren, begitu saya berkata dalam hati. Langsung berimajinasi. Membayangkan bikin perpustakaan di rumah. Hmmmm..... Aamiin.

Kemudian, saya nonton lagi drama Korea berjudul 'She Was Pretty' (foto atas). Upss... ada lagi perpustakaan ini. Penasaran apakah sama dengan yang di 'Madam Antoine'? Akhirnya saya cari kesamaannya (kebiasaan nyari 10 persamaan, Where's Wally, dan hidden picture. Serasa detektif juga.). Aha! Dapat! Dua-dua memperlihatkan bagian depan lift (nggak saya upload di sini gambarnya). Di salah satu dindingnya ada angka 6. Kesimpulannya, itu adalah perpustakaan yang sama.

Pertanyaan selanjutnya, "Di manakah lokasinya?"
Kenapa muncul pertanyaan itu?
Karena, ketika melihatnya, muncul keinginan, "Kalau saya ke Korea, saya mau ke sana." (Aamiin lagi)
(Masukin ke list itinerary).

Adakah yang tahu?

28.4.16

Student Led Conference (2)

Student Led Conference kembali diadakan. Tahun ini adalah tahun kedua dilaksanakannya SLC di SD GagasCeria. Tanggal 28 Maret-1 April 2016, kelas 1-5 mempresentasikan notebook leadership pada orangtua. Mereka melaporkan perkembangan akademis yang sudah dicapai, tugas leader apa sajakah yang sudah mereka emban, apakah mereka sudah disiplin datang tepat waktu, dan lain sebagainya. Oh ya, mereka juga melaporkan tentang proses pembelajaran yang telah mereka ikuti. 

Mengalami dua kali SLC, saya mendapatkan dua hal yang berbeda. Di SLC yang pertama, saya  melihat bagaimana kehadiran orangtua sangat diharapkan oleh anak. Menangis, ngambek, mogok cerita, terjadi pada anak ketika orangtuanya terlambat datang atau malah tidak datang. Alhamdulillah, tahun ini, kehadiran orang tua mengalami peningkatan. Mereka kebanyakan datang tepat waktu. Memang, masih ada orangtua yang terlambat. Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu, keterlambatan orangtua menurun. 

SLC kedua, pelajaran yang didapat beda lagi. Saya melihat tentang interaksi antara orangtua dan anak. Kelekatan, kehangatan, kedekatan antara orangtua dan anak begitu kentara. Saya melihat anak dan orangtua yang sangat dekat. Dari body language orangtua-anak, apa yang mereka bicarakan, bagaimana orangtua merespon anak, tergambar dalam prose SLC. Yang menyedihkan adalah ketika ada anak yang sedang berusaha presentasi pada orangtuanya namun orangtua tidak mendengar. Ia melakukan hal lain. Ketika anaknya mengajak untuk melihat display, ia berbicara dengan orang lain. 

Sungguh, buat saya, SLC adalah simulasi sederhana bagaimana interaksi anak dan orangtua di rumah sekaligus mempelihatkan pada saya berbagai tipe orangtua.

27.4.16

Berduka

Sumber:dokumentasi GDE
Aku berduka
Tak hanya aku.
Tapi seluruh sekolah.
Hari ini, tadi pagi, telah berpulang ia.
Ia pintar, soleh, dan baik.
Seharian ini, hal-hal itulah yang aku dengar.
Ya, Faiz anak yang pintar.
Ya, Faiz anak yang soleh.
Ya, Faiz anak yang baik.
Pasca operasi usus buntu, terjadi hal yang tak disangka.
Kesadarannya semakin menurun.
Sampai ia dinyatakan tiada.
Kepergiannya membawa kesedihan luar biasa.
Kebaikannya dikenang siapa saja.
Tapi aku yakin, ia bahagia.
Allah angkat sakitnya.
Dengan cara yang tak sesuai harapan kita.
Tapi yakinlah,
Allah berikan yang terbaik untuk kita semua.
Yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya.
Setelah pemakamanmu, hujan rintik-rintik.
Sore hari, hujan terus-menerus.
Itu adalah pertanda.
Malaikat menyambutmu.
Untuk membawamu ke surga.

Kuturunkan bendera setengah tiang.
Pertanda kami semua berduka.

Innalillahi wa inna illahi rojiun.
Selamat jalan, Faiz.
Tenanglah di sana.



10.4.16

Jangan Bilang 'Bye-bye', Ya.


Dear Lan,
Sedih...
Pada akhirnya kamu harus pulang.
Nggak ada lagi nonton drakor atau dorama bersama (dan aku ketiduran).
Nggak ada lagi ketawa-ketawa ngetawain IG yang lucu-lucu.
Nggak ada lagi baju bagus tapi murah (banget).

Terima kasih sudah menjadi bagian cerita kehidupan gembira aku. 
Terima kasih sudah menjadi teman, sahabat, dan keluarga.
Terima kasih sudah mengenalkan Yong dan lagu-lagunya Beast. Sebagai komposer, dia hebat banget (tapi masih dicari cakepnya sebelah mana). Kalau dengerin lagunya Beast, aku pasti inget Lan. Apalagi kalau bagiannya Yong.Tadi pas banget lagunya saat Lan pamit. Lagunya Beast, 비가 오는 날엔. Jadi aja (hujan) air mata.
Terima kasih sudah rela capek-capek nyariin baju-baju pesenan aku.
Terima kasih sudah berbagi gembira.
Terima kasih untuk setiap waktu yang sudah kau bagi bersama.
We are gonna miss you. Pasti.

Sampai ketemu lagi.
Kamu nggak mau kami bilang 'bye', kan? (Ingat, nggak? Kamu bilang itu di depan kamar Teh Defi waktu hari Sabtu pagi, "Jangan bilang 'bye-bye', ya. Bilangnya sampai jumpa.")
Semoga lancar di sananya. 
Sering-sering main ke Bandung. 
Kita putar Beast bareng-bareng.

Bandung, 10 April 2016

********
Perpisahan adalah bagian dari kehidupan. 
Tak bisa dipungkiri, perpisahan dengan sahabat pasti menyedihkan. 
But life is never flat. 
Datang dan pergi adalah natural.
Datang dan pergi adalah seleksi alam.
Tapi, biarkan hari ini aku menikmati kesedihanku karena pindahnya seorang sahabat.