Libur panjang. Tanggal 5-8 Mei 2016. 5 Mei diperingati sebagai Kenaikan Isa Almasih. 6 Mei sebagai Peingatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad S.A.W. Tahukah kalian, rangkaian libur panjang ini juga diperingati sebagai hari macet nasional. :-)
Sebagai seorang yang suka sekali bepergian, rasanya mustahil saya diam di rumah di hari libur panjang ini. Biasanya, saya punya sederet rencana, maupun keinginan spontan. Tapi kali ini tidak.
"Tumben."
Itu komentar kakak saya. Beliau tahu sekali kalau saya nggak akan berada di rumah dalam waktu lama kalau lagi liburan. Pasti ke sana ke mari.
Tidak. Kali ini tidak. Saya memutuskan untuk tidak ke luar kota. Segunung (lebay) kerjaan menanti. Saya dikejar dateline. Rencananya mau kerja di rumah di saat liburan ini. Beberapa waktu lalu, saya berkumpul dengan teman-teman lama. Sahabat-sahabat saya yang sudah lama tak jumpa. Kami membahas tentang libur panjang ini.
"Bagaimana caranya saya bisa liburan sekaligus kerja?"
Saya lontarkan pertanyaan itu pada sahabat-sahabat saya.
"Nginep aja di hotel, " jawab salah satu dari mereka.
Hmmmm.... ide yang bagus. Tapi bikin saya bangkrut. Ide itu saya coret!
Mulailah saya kerja di rumah. Buka laptop. Buka file-file. Ketik-ketik.
.
.
.
.
.
Setelah mengerjakan dua paket soal, kepala saya pusing. Saya tinggalkan laptop. Ambil kopi dan seduh. Saya ngopi. Kemudian mandi. Dan di sinilah saya. Mengetik di tab. Bukan melanjutkan kerja, tapi nge-blog. Mungkin ini balasan alam untuk saya. Sebagai seseorang yang ditakdirkan suka berpetualang, suka bepergian, tapi saya menolak takdir alam dengan hanya berada di rumah. ****
#sungguh, ini hanya alasan saja untuk mengurangi rasa bersalah.
6.5.16
3.5.16
Perpustakaan
Lihat dua foto di atas? Ya, perpustakaan. Pertama lihat di salah satu drama Korea berjudul 'Madam Antoine' (foto bawah). Wow keren, begitu saya berkata dalam hati. Langsung berimajinasi. Membayangkan bikin perpustakaan di rumah. Hmmmm..... Aamiin.
Kemudian, saya nonton lagi drama Korea berjudul 'She Was Pretty' (foto atas). Upss... ada lagi perpustakaan ini. Penasaran apakah sama dengan yang di 'Madam Antoine'? Akhirnya saya cari kesamaannya (kebiasaan nyari 10 persamaan, Where's Wally, dan hidden picture. Serasa detektif juga.). Aha! Dapat! Dua-dua memperlihatkan bagian depan lift (nggak saya upload di sini gambarnya). Di salah satu dindingnya ada angka 6. Kesimpulannya, itu adalah perpustakaan yang sama.
Pertanyaan selanjutnya, "Di manakah lokasinya?"
Kenapa muncul pertanyaan itu?
Karena, ketika melihatnya, muncul keinginan, "Kalau saya ke Korea, saya mau ke sana." (Aamiin lagi)
(Masukin ke list itinerary).
Adakah yang tahu?
28.4.16
Student Led Conference (2)
Student Led Conference kembali diadakan. Tahun ini adalah tahun kedua dilaksanakannya SLC di SD GagasCeria. Tanggal 28 Maret-1 April 2016, kelas 1-5 mempresentasikan notebook leadership pada orangtua. Mereka melaporkan perkembangan akademis yang sudah dicapai, tugas leader apa sajakah yang sudah mereka emban, apakah mereka sudah disiplin datang tepat waktu, dan lain sebagainya. Oh ya, mereka juga melaporkan tentang proses pembelajaran yang telah mereka ikuti.
Mengalami dua kali SLC, saya mendapatkan dua hal yang berbeda. Di SLC yang pertama, saya melihat bagaimana kehadiran orangtua sangat diharapkan oleh anak. Menangis, ngambek, mogok cerita, terjadi pada anak ketika orangtuanya terlambat datang atau malah tidak datang. Alhamdulillah, tahun ini, kehadiran orang tua mengalami peningkatan. Mereka kebanyakan datang tepat waktu. Memang, masih ada orangtua yang terlambat. Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu, keterlambatan orangtua menurun.
SLC kedua, pelajaran yang didapat beda lagi. Saya melihat tentang interaksi antara orangtua dan anak. Kelekatan, kehangatan, kedekatan antara orangtua dan anak begitu kentara. Saya melihat anak dan orangtua yang sangat dekat. Dari body language orangtua-anak, apa yang mereka bicarakan, bagaimana orangtua merespon anak, tergambar dalam prose SLC. Yang menyedihkan adalah ketika ada anak yang sedang berusaha presentasi pada orangtuanya namun orangtua tidak mendengar. Ia melakukan hal lain. Ketika anaknya mengajak untuk melihat display, ia berbicara dengan orang lain.
Sungguh, buat saya, SLC adalah simulasi sederhana bagaimana interaksi anak dan orangtua di rumah sekaligus mempelihatkan pada saya berbagai tipe orangtua.
Mengalami dua kali SLC, saya mendapatkan dua hal yang berbeda. Di SLC yang pertama, saya melihat bagaimana kehadiran orangtua sangat diharapkan oleh anak. Menangis, ngambek, mogok cerita, terjadi pada anak ketika orangtuanya terlambat datang atau malah tidak datang. Alhamdulillah, tahun ini, kehadiran orang tua mengalami peningkatan. Mereka kebanyakan datang tepat waktu. Memang, masih ada orangtua yang terlambat. Namun, bila dibandingkan dengan tahun lalu, keterlambatan orangtua menurun.
SLC kedua, pelajaran yang didapat beda lagi. Saya melihat tentang interaksi antara orangtua dan anak. Kelekatan, kehangatan, kedekatan antara orangtua dan anak begitu kentara. Saya melihat anak dan orangtua yang sangat dekat. Dari body language orangtua-anak, apa yang mereka bicarakan, bagaimana orangtua merespon anak, tergambar dalam prose SLC. Yang menyedihkan adalah ketika ada anak yang sedang berusaha presentasi pada orangtuanya namun orangtua tidak mendengar. Ia melakukan hal lain. Ketika anaknya mengajak untuk melihat display, ia berbicara dengan orang lain.
Sungguh, buat saya, SLC adalah simulasi sederhana bagaimana interaksi anak dan orangtua di rumah sekaligus mempelihatkan pada saya berbagai tipe orangtua.
27.4.16
Berduka
![]() |
| Sumber:dokumentasi GDE |
Tak hanya aku.
Tapi seluruh sekolah.
Hari ini, tadi pagi, telah berpulang ia.
Ia pintar, soleh, dan baik.
Seharian ini, hal-hal itulah yang aku dengar.
Ya, Faiz anak yang pintar.
Ya, Faiz anak yang soleh.
Ya, Faiz anak yang baik.
Pasca operasi usus buntu, terjadi hal yang tak disangka.
Kesadarannya semakin menurun.
Sampai ia dinyatakan tiada.
Kepergiannya membawa kesedihan luar biasa.
Kebaikannya dikenang siapa saja.
Tapi aku yakin, ia bahagia.
Allah angkat sakitnya.
Dengan cara yang tak sesuai harapan kita.
Tapi yakinlah,
Allah berikan yang terbaik untuk kita semua.
Yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut-Nya.
Setelah pemakamanmu, hujan rintik-rintik.
Sore hari, hujan terus-menerus.
Itu adalah pertanda.
Malaikat menyambutmu.
Untuk membawamu ke surga.
Kuturunkan bendera setengah tiang.
Pertanda kami semua berduka.
Innalillahi wa inna illahi rojiun.
Selamat jalan, Faiz.
Tenanglah di sana.
10.4.16
Jangan Bilang 'Bye-bye', Ya.
Dear Lan,
Sedih...
Pada akhirnya kamu harus
pulang.
Nggak ada lagi nonton drakor
atau dorama bersama (dan aku ketiduran).
Nggak ada lagi
ketawa-ketawa ngetawain IG yang lucu-lucu.
Nggak ada lagi baju bagus
tapi murah (banget).
Terima kasih sudah menjadi bagian cerita kehidupan gembira aku.
Terima kasih sudah menjadi teman, sahabat, dan keluarga.
Terima kasih sudah
mengenalkan Yong dan lagu-lagunya Beast. Sebagai komposer, dia hebat banget (tapi
masih dicari cakepnya sebelah mana). Kalau dengerin lagunya Beast, aku pasti
inget Lan. Apalagi kalau bagiannya Yong. Tadi pas banget lagunya saat Lan pamit. Lagunya Beast, 비가 오는 날엔. Jadi aja (hujan) air mata.
Terima kasih sudah rela capek-capek nyariin baju-baju pesenan aku.
Terima kasih sudah
berbagi gembira.
Terima kasih untuk setiap waktu yang sudah kau bagi bersama.
We are gonna miss you. Pasti.
Sampai ketemu lagi.
Kamu nggak mau kami
bilang 'bye', kan? (Ingat, nggak? Kamu bilang itu di depan kamar Teh Defi waktu hari Sabtu pagi, "Jangan bilang 'bye-bye', ya. Bilangnya sampai jumpa.")
Semoga lancar di sananya.
Sering-sering main ke Bandung.
Kita putar Beast bareng-bareng.
Bandung, 10 April 2016
********
Perpisahan adalah bagian dari kehidupan.
Tak bisa dipungkiri, perpisahan dengan sahabat pasti menyedihkan.
But life is never flat.
Datang dan pergi adalah natural.
Datang dan pergi adalah seleksi alam.
Tapi, biarkan hari ini aku menikmati kesedihanku karena pindahnya seorang sahabat.
21.2.16
Surat Tentang Kemarin
Kepada Tuhan Yang Maha Tahu,
Sebenarnya, tanpa menulis surat pun, Kau sudah tahu isi hatiku. Tapi, tidak apa-apalah. Siapa tahu apa yang kutuliskan bisa membawa kebaikan untuk orang lain.
Ya, Tuhan Sang Penguasa Kehidupan,
Sungguh suatu berkah yang tak terkira aku masih bisa menikmati hari ini. Sejuknya hembus angin yang mencoba mengusir panas menyengat masih bisa aku rasa. Terangnya mentari menyinari bumi masih bisa kulihat. Ramainya suara supporter sepak bola di televisi, motor dengan knalpot yang memekakkan telinga, lagu manis yang mengingatkan akan kenangan indah bersama mantan, masih bisa aku dengar. Manis dan agak pahitnya teh tarik, serta asinnya bumbu mie instan masih bisa aku rasakan. Dan, Tuhan, hari ini, wanginya sabun mandi dan sabun cuci masih bisa aku hirup. Walaupun keinginan melihat sederet planet pada saat subuh belum bisa aku lihat karena langit selalu berawan, Tuhan, semoga Kau berikan aku kesempatan untuk melihatnya lain hari.
Wahai Tuhan Sang Penguasa Alam,
Satu lagi berkah (dari sekian berkah-Mu yang tak terhitung jumlahnya). Terima kasih karena Kau masih memberikan kesempatan bertemu 20 Februari. Melewati hari itu kemarin, aku tahu, betapa Kau sayang padaku melalui keluarga dan teman-temanku.
Tuhan, Kaulah Sang Penguasa Jiwa.
Berikan kesehatan, kerukunan, kebahagiaan, dan kecukupan untuk keluargaku. Dari perilaku mereka, aku tahu, aku adalah adik tersayang mereka. Aku tidak banyak menceritakan tentang ini karena aku tidak dapat menuangkan semuanya dalam kalimat. Akan terlalu panjang untuk diungkapkan. Kau Maha Tahu segala isi hati. Aku serahkan isi hatiku pada-Mu.
Tuhan, berikan kesehatan dan kebahagiaan untuk sahabat-sahabatku. Aku tidak berharap mendapat hadiah dari mereka. Kehadiran mereka merupakan hadiah indah yang Kau berikan untukku. Album perjalanan, snowball, buku catatan, tas, adalah hadiah tambahan sebagai tanda sayang mereka padaku. Caring, loving, knowing, understanding, supporting, motivating, etc. Aku mendapatkannya dari mereka. Satu kalimat yang tertulis pada sampul salah satu buku hadiah mereka membuatku tertegun sesaat.
I feel at home when I'm with you
Setuju!
Tuhan, mereka adalah rumah keduaku. Kau Sang Maha Pengatur, Tuhan. Kau pastilah juga mengaturnya demikian.
Satu pepatah (entah dari mana, tapi aku suka sekali dengan pepatah itu) mengatakan:
"A true friend is a like four leaf clover. It's hard to find but lucky to have."
Ya.., sahabat-sahabatku adalah semanggi berdaun empatku. Sahabat-sahabat yang ingin aku bahagia, ceria, senang. Aku dapat merasakan ketulusan, kasih sayang, menerimaku apa adanya. Tuhan, berikan mereka keberuntungan seperti aku mendapatkan keberuntungan karena memiliki mereka.
Tuhan, berikanlah balasan pada keluarga, para sahabat, dan teman-temanku yang telah melimpahiku dengan banyak doa pada hari itu. Semoga segala kebaikan mereka, kau balas berlipat ganda. Semoga para malaikat mengamini.
Yang terakhir (dalam surat ini). Tuhan, jadikan aku orang yang bersyukur. Supaya aku bisa menikmati semua berkah yang kau berikan dalam setiap hembus napasku. Alhamdulillah.
Terima kasih, Tuhan.
Dari aku, sosok kecil dengan keberuntungan tak terhingga.
17.2.16
Kepada Temanku (Dulu)
Melihat benda yang dulu
kau berikan, rasanya sedih
Mengingat dulu kita saling
bercerita, rasa ingin kembali ke masa itu
Mengingat dulu kau
memberiku semangat, itu kenangan indah
Mengingat.. mengingat..
mengingat...
Mengingat sesuatu yang
sudah lalu,
mengingat yang sekarang
telah hilang,
rasanya memang menyedihkan.
Tapi, saatnya aku harus
menentukan sikap.
Aku tidak bisa seperti
dulu.
Aku copot sesuatu yang
mengingatkanku padamu.
Dan.. tak perlu
kuingat masa lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)




